Langsung ke konten utama

Dead for Nothing

Ini adalah puisi pertama saya yang saya buat dalam bahasa lain selain bahasa saya sendiri. Begitu saya mengaduk-aduk lagi file-file lama saya, saya cukup tertegun dan sedikit heran juga, ternyata saya bisa juga ya buat puisi beginian....*a big grin*

Puisi yang saya tulis pada bulan November 2009 ini menceritakan mengenai seseorang yang menganggap bahwa dengan "mati" maka persoalan hidupnya akan selesai begitu saja. Akhirnya karena putus asa dengan ketidakadilan yang menjadi problematika hidupnya, seseorang yang menjadi tokoh utama dalam puisi ini memutuskan untuk mati dengan cara bunuh diri, dengan harapan dengan dia mati bunuh diri orang akan mengenal dan mengenangnya.
Baiklah, silakan dinikmati sajian dari saya yang bertema sedikit "gelap" ini.


Dead for Nothing

Dead for nothing
It seems you frightened to be alive
Coz no one getting you in caring
And you feel world likes full of scary and fear
You disappear
Like a magic dust, flying on the dusky murky night
The fogey days, thrown you away into the sparkling light
No one care, no one realize, when you closing stage with your high idealize
Every day comes as like as live in a jail
Nobody comes with their ponytail, even it just for one smile
You wanna die
Burying with a bunch of roses and chocolates
But, no one could dance and sing in your pouring rain
Even it just for saying goodbye and give a secret swain
Nobody knows how your pain is
Until they're looking at your dead body fill with tears
You shoot your head by your surrender
With a little bullet, bleeding your blanket
Dead for nothing
For being something, to be knowing



Komentar

Postingan populer dari blog ini

dongeng Si Gajah dan Si Badak

dongeng Si Gajah dan Si Badak April 14th, 2008 Suatu hari di sebuah hutan belantara tampaklah seekor gajah yang berbadan besar dengan belalai panjangnya sedang bercengkrama dengan seekor badak. Si Badak terpesona melihat dua gading gajah yang membuat Si Gajah makin terlihat gagah. Kemudian Si Badak bertanya " Jah…Gajah…kok kamu bisa punya sepasang cula yang hebat begitu bagaimana caranya tho?…kamu terlihat semakin gagah saja". Lantas dengan bangga Si Gajah pun bercerita tentang puasa tidak makan tidak minumnya selama 80 hari. Berkat puasa itulah Si Gajah bisa mendapatkan cula yang hebat seperti yang Badak lihat sekarang. Akhirnya karena Si Badak juga ingin tampil gagah, dia pun mulai menjalani puasa 80 harinya seperti yang Si Gajah lakukan. Seminggu kemudian…… "Ahhh…enteeeeeng…." Badak sesumbar. Dua minggu berikutnya…… Si BAdak mulai sedikit lemas, dia masih bertahan meski rasa lapar, rasa haus kian menghantuinya. Dia iri melih

Sebuah esai tentang kebudayaan bersifat simbolik

Di sebuah stasiun TV Swasta terlihat ada sebuah penayangan mengenai kehidupan sebuah suku yang masih kental dengan keprimitifannya. Sebut saja salah satu suku di Afrika. Tampak di sana sekelompok manusia berpakaian seadanya, sedang duduk mengelilingi api unggun. Kepala suku mereka sedang menceritakan kepada anggota kelompoknya yang lain, menceritakan mengenai sebuah batu yang tiba-tiba saja terlempar dari arah gunung berkapur hingga hampir membuatnya celaka, hingga detik itu juga dia, selaku kepala suku di sana menyatakan bahwa benda tersebut adalah ‘benda jahat atau benda setan’. Simbol tersebut dia gunakan sebagai bentuk kekhawatirannya terhadap anggota kelompoknya yang lain, sehingga mendorong agar anggota yang lain selalu waspada. Bentuk pengungkapan itu membudaya dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Hingga kemudian manusia menjadi lebih pandai dan cerdas hingga benda yang disebut-sebut sebagai benda jahat itu hanyalah sebuah bongkahan batu yang secara tidak sengaja terlempa

Langkahkan Kakimu dan Luaskan Pandanganmu

    Ada banyak kota di dunia ini yang bisa saja saya tulis dan saya rangkai untuk kemudian menjadi tokoh utama dalam tulisan ini. Sayangnya, ternyata urusan memilih kota impian itu tidak lah semudah seperti memilih baju mana yang hendak dipakai di dalam tumpukan baju yang belum disetrika. Njlimet saya tuh orangnya… :D Eropa, US, Canada, Oz, New Zealand, Egyptian, Southern Asia, hingga East Asia macam Seoul, Japan, negara dan kota yang nge-hits belakangan karena faktor serial drama-dramanya   juga tak membuat saya lantas menisbahkan mereka untuk menjadi salah satu kota yang ingin saya kunjungi. Ya seneng juga melihat beberapa teman sudah banyak yang berhasil menapaki diri ke sana, entah karena pekerjaan, karena sekolah, karena usaha kerasnya sedari dulu, karena memenangkan undian, atau yang karena dapat bonus dari usahanya mengejar poin, bahkan ada juga yang karena pasangannya horang tajir melintir, akhirnya kesempatannya untuk bisa bepergian keliling Indonesia bahkan ke lua