Moe adalah anak yang bersemangat. Setiap hari Senin, Rabu dan Jumat dia bersama ibunya berangkat ke sekolah berkereta. Jarak rumahnya dengan sekolah kira-kira tigapuluh delapan kilometer jauhnya. Meskipun Moe harus menunggu empat puluh menit perjalanan, dia tidak merasa bosan karena menurut Moe bersekolah dengan naik kereta adalah petualangan. Moe belajar mengantri untuk bisa memperoleh tiket. Moe belajar untuk memberi kesempatan penumpang lain turun terlebih dahulu sebelum dia mulai naik. Moe pun mengerti bahwa ada saatnya dia harus memberikan bangkunya kepada penumpang lain yang mendapat prioritas duduk. Seperti kakek nenek, seseorang yang terluka, ibu hamil, atau ibu yang sedang menggendong adek bayi. Berkereta membuat Moe belajar untuk menghormati kebutuhan orang lain. Di dalam kereta, Moe mengamati ada penumpang yang bertubuh besar, ada yang bertubuh sedang, ada juga yang kecil. Ada penumpang yang berambut ikal, keriting, lurus, ba...
Berbahagialah engkau semua para Ibu. Karena engkau adalah kehidupan. Karena engkau adalah cahaya. Karena engkau adalah Kasih dan Sayang. Karena engkau adalah Cinta.