Langsung ke konten utama

Postingan

sebuah REFLEKSI

    Menulis apa hari ini? Semakin hari semakin dibuat bingung, hendak menulis apakah hari ini? Padahal, sebetulnya ada banyak hal yang bisa untuk diceritakan. Mungkin ada bagusnya saya membuat komit terhadap diri sendiri. Satu hari satu tulisan refleksi. Satu hari meluangkan waktu sebentar untuk berefleksi. Mungkin saja, di sela-sela jari kita yang mengetikkan kata-kata pada kibor, tiba-tiba semesta memberikan wasilah nya melalui tarian-tarian jari kita. Setiap saya berangkat naik kereta mengantarkan Vadin bersekolah, saya bertemu dengan berbagai macam pengalaman. Sayangnya, pengalaman tersebut tidak lantas saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan sehingga menguaplah segalanya. See, being commit is not always easy . L ( paling tidak dalam kasus saya) Ada satu pertanyaan yang kerap dilontarkan orang-orang pada kami, bahkan driver Go-Car yang sering kami pakai untuk mempermudah akses kami menuju ke sekolah setibanya kami di Stasiun. “Kok sekolah aja m...
     KIDS TOILET TRAUMA Siapa bilang anak-anak tidak memiliki rasa tertekan, stress dan trauma selayaknya orang dewasa yang beban hidupnya makin berat seiring semua harga naik dan tidak diimbangi dengan kenaikan uang belanja bulanan ( #eh itu saya bukan ya? *nyengir*) ? ternyata anak-anak pun memiliki beban tersendiri, ketakutan tersendiri, dan tekanan tersendiri yang beraneka ragam dari lingkungan di sekitarnya. Tekanan atau stress itu beragam, dari menghadapi orang asing ( yang tidak pernah bertemu sebelumnya), dari disuruh salim ( sering kan ya kita minta anak kita salim dengan kerabat kita, tetangga, teman atau siapa saja yang kita jumpai, dan kadang anak ga mau tapi kita menganggapnya engga sopan), atau kita menekan anak dengan menyuruhnya untuk tidak mengompol setiap harinya, atau melepas dotnya setiap hari. Lama-lama anak bisa menjadi tertekan dan bentuk pelampiasannya macam-macam, ada  yang dengan  teriakan marah, menangis, ngamuk atau tiba-ti...

KEBIJAKAN BERSEKOLAH 8 JAM

💗💗💗     Sebagian besar Ibu sejagat Indonesia Raya pastilah saat ini sedang dipusingkan oleh kebijakan dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan yang dalam kebijakannya akan menerapkan sekolah 8 jam setiap harinya untuk periode tahun ajaran 2017/2018 mendatang. Belum soal penerimaan siswa baru yang semrawut di tingkat daerah, ini ditambah dengan kebijakan pak mentri pendidikan yang saban tahun seringnya berubah. Kadang kita (para ibu) suka gedek, ini anak-anak mau dibawa kemana dan jadi apa nantinya. Betul, ngobrolin pendidikan anak-anak itu sampai 7 juta likes juga ga akan ada habisnya. Akan terus berkelanjutan bahkan mungkin hingga sudah ditemukan planet lain selain bumi yang bisa untuk dihuni. Setelah saya pahami dan alami selama puluhan tahun bersekolah, sekolah bukanlah tempat untuk mencari ilmu, melainkan ijasah. Betul ga? *nah silakan dianalisis ya betul salahnya, jangan langsung percaya dengan pemaparan saya yang bisa aja kepleset* buktikan sen...

RESTORASI BLOG SEMILIR

    RESTORASI BLOG SEMILIR Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis blog. Oh iya, dulu saya memang pernah beberapa kali memiliki blog, gonta ganti tergantung Subyek blog saya saat itu, maklum yes, ABG labil, pergantian blog sejalan dengan pergantian teman dekat di kala itu. ;D miris-miris gimana gituuuu ya. Ganti kekasih ganti blog, deuh. Nah, berhubung saat ini saya butuh sebuah media untuk--anggap saja terapi ya IRT yang maha sibuk, saya mulai mengaktifkan kembali blog saya 5 tahun silam. Oh, yang ini aman, karena saat blog ini dibuat saya memang dekat dengan seseorang yang secara resmi saat ini sudah sah menjadi pasangan hidup saya. Akhirnya ya, siklus ganti blog berakhir jugak..T_T wkwkwkkwk.. Lamaaaa sekali blog ini tertidur, hibernasi. Terutama selepas saya menikah, saya hijrah ke sebuah tempat dimana sinyal susaaaaaaah sekali muncul, saat itu android juga belum terlalu sepopuler sekarang, saat itu yang sedang tren adalah Blackberry ---yang buat s...

OBROLAN BODOH tentang JODOH

OBROLAN BODOH tentang JODOH Baru kali ini aku menulis dengan membuat judulnya terlebih dahulu. Jodoh dan bukan bodoh. Sudah cukup banyak aku menulis tentang kebodohan-kebodohan yang terjadi. Mungkin ini waktunya aku bisa bermain dengan sesuatu yang membuat hidup berwarna-warni. Jodoh.(mungkin menuliskan topic ini pun sudah menjadi kelihatan bodoh juga :P) Sampai saat ini, jujur saja, aku masih tidak mengerti bagaimana kinerja Tuhan mempertemukan dua orang manusia dan memberikan cinta satu sama lain diantaranya. Bagaimana semesta mengamini sepasang manusia untuk berikrar dan kemudian mengikatkan diri untuk menjadi partner hidup selamanya. Ternyata setelah kualami perjalanan demi perjalanan kisah asmaraku (eheem) aku tetap saja masih bingung. Aku bisa bilang, dulu aku juga merasa jatuh cinta dengan seseorang, bahkan sampai meraung-raung bak sirene aku menangis berhari-hari karena merindukan kekasih yang telah pergi. Bagaimana tidak ketika perjalanan itu tidak berhenti sampai di s...

ALANG LIAR

ALANG LIAR Hari ini pikiranku terbang kemana-mana. Tanpa jeda. Seolah dunia itu hanya selembaran kertas berpetak yang luasnya tidak seberapa. Kuyakini saja seperti itu. Pikiran bercabang ternyata tidak selamanya buruk, begitu yang kurasakan.Hanya saja, bikin otak cepat mati beku. Andai raga ini mampu membelah diri menjadi beberapa bagian seperti halnya bakteri ato amoeba mungkin kisah hari ini akan berbeda. Tapi apa iya sedemikian murahnya hidup hingga mau saja bertukar kehidupan dengan mahkluk yang tidak bisa terlihat tanpa bantuan alat tersebut? Apa iya itu artinya aku haruslah bersyukur dan menerima saja semua hal ini tanpa protes, karena masing-masing manusia memiliki proses yang naik-turun dan rumit untuk dihadapi. Benarkah setiap kesedihan akan terbayar dengan kebahagiaan setelahnya, dan berlaku juga sebaliknya? Wow, sungguh luar biasa! Selalu ada saja hal yang dibayar sesudahnya. Ada akibat, ada sebab. Hidup pun menjadi penuh dengan tawar-menawar. Adegan demi adegan dilakuka...

KOPER

Saya tidak mengerti kenapa dulu saya bersikukuh untuk membeli koper ini. Koper ini besar, sangat besar. Ponakan perempuan saya berumur dua tahun pun bisa masuk ke dalamnya. Saya tidak juga akan bepergian ke tempat-tempat yang jauh. Tidak dalam waktu dekat. Saya sih ada keinginan untuk bisa melancong dan memfungsikan koper itu. Tapi saya jadi kembali berpikir, kalau saya hanya pergi melancong satu hingga dua hari ke suatu tempat, pastilah koper ini terlalu besar, dan berat tentunya. Serba salah. Apa saya beli karena dulu sedang ramai ada diskon?? Saya juga lupa dan lagi-lagi pertanyaannya adalah kenapa saya membeli yang segedhe gaban ini? Koper ini bagus, dan cukup mewah, hanya sayang sekarang teronggok tanpa saya pernah memakainya barang sekalipun mungkin karena koper ini terlalu besar. Sudah hampir empat tahun ini. Paling si Kakak yang lebih kerap memakainya barang sekali dua kali ketika dia pergi wara-wiri ke Jakarta. Tugas kantor katanya. Akh, kalo saya jadi si Koper, pastilah say...